MOHON MENCANTUMKAN NAMA, ALAMAT & NOMOR TELEPON, UNTUK MEMPERMUDAH FOLLOW UP
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, April 22, 2008

BTU DAN EER

Kebanyakan AC kapasitasnya dinilai dengan BTU (British thermal Unit). Secara umum BTU adalah jumlah panas yang dibutuhkan untuk menaikan temperatur dari i pond (0.45 Kg) air 1 derajat fahrenheit (0.56 derajat celcius). Secara rinci, 1 BTU = 1,055 joule. Dalam proses memanaskan dan mendinginkan 1 ton = 12.000 BTU.
Pada jenis AC window setara dengan 10.000 BTU. Sebagai perbandingan, tipe rumah dengan luas 2000 sq ft (185.8 m) seharusnya memiliki 5 ton (60.000 BTU) sistem pendingin, hal ini menandai bahwa Anda membutuhkan 30 BTU per sq ft. (ingat, bahwa ini adalah ukuran kasar. Untuk ukuran yang lebih jelas dan spesifik hubungi spesialis pendingin)
EER (Energy Efficiency Rating) pada AC adalah jumlah BTU per watt. Sebagai contoh, jika setiap 10.000 BTU AC membutuhkan 1200 watt, maka EER-nya adalah 8.3 (10.000/1200 watt). Pastinya, Anda menginginkan EER setinggi mungkin, tapi normalnya semakin tinggi EER maka semakin mahal biaya yang harus dikeluarkan.

APAKAH EER YANG TINGGI AKAN LEBIH BERMANFAAT?
Anggaplah misalnya Anda memiliki 2 pilihan AC yang sama-sama memiliki 10.000 unit. Yang satu memiliki EER sebesar 8.3 dan mengkonumsi 1200 watt dan yang satu lagi memiliki EER 10 dan mengkonsumsi 1000 watt. Anggap saja perbedaan harganya adalah $100. untuk memahami payback period mana unit yang makin lama makin mahal, yang harus Anda ketahui adalah :
1. kira-kira berapa jam per tahun Anda mengoperasikan unit tersebut
2. Berapa biaya per kWh di daerah Anda.
Anggap saja Anda akan menggunakan AC selama musim panas (4 bulan setahun) dan AC tersebut akan beroperasi selama 6 jam sehari. Misalkan saja bahwa biaya per kwh di daerah Anda $0,10/kwh. Perbedaan konsumsi watt dari kedua AC tersebut adalah 200 watt, berarti setiap 5 jam semakin sedikit unit yang mahal akan mengkonsumsi 1 kwh tambahan ( dan berarti $0,10 lebih) dibanding unit yang semakin mahal.
Dengan asumsi ada 30 hari dalam sebulan, anda akan mengetahui penggunaan AC selama musim panas yaitu :
4 bulan x 30 hari x 6 jam/hari = 720 jam
(720 jam x 200 watt/hr) / (1000 watt/kw x $0,10/kwh) = $14,40
karena unit yang mahal senilai $00 lebih, maka ini berarti akan membutuhkan waktu 7 tahun untuk break even (impas).

PK/BTU
Satuan kemampuan mendinginkan ruangan oleh AC, untuk di indonesia konsumen sering menyebut dengan istilah PK (bahasa dagang), sedangkan standart internasionalnya disebut BTU (British Thermal Unit).
9000 BTU digunakan untuk mendinginkan ruangan 20 meter persegi.
Sehingga 1 meter persegi diperlukan 450 BTU
1 PK ≈ 9000 BTU

EER
Singkatan dari Energy Efficiency Ratio, yaitu formula untuk mengetahui performansi suatu mesin dimana kapasitas energi yang dihasilkan (pendinginan(cooling capacity) dalam BTU/Hr) dibandingkan dengan konsumsi daya (power input (dalam Watt). Semakin tinggi nilai EER, semakin baik pula kualitas AC tersebut.

EER =

EER (Energy Efficiency Ratio) yang dihasilkan oleh AC SANKEN. EER adalah parameter yang dugunakan untuk mengukur berapa besar kapasitas pendinginan yang dimilki dalam setiap watt-nya, sebagaimana rumus berikut ini:
EER = Cooling Capacity (btu/h) / Power Input (Watt)
EER yang dimilki AC SANKEN adalah 10 – 11, artinya efesiensi AC SANKEN sangat baik karena makin besar EER yang dihasilkan maka makin besar

Published by : Tim 5

BERAPA AC (PK) YANG DIBUTUHKAN ?


Cara I :
A. Luas Ruangan ( m2 ), digunakan utk Rumah tinggal biasa. 25 m 2/1 PK
B. Luas Ruangan ( m2 ), digunakan utk Rumah Mewah, 20 m/1 PK (banyak kaca), Wartel,warnet.
Contoh :
1. Kamar tidur utama ukurannya 4 x 6 m, berapa PK AC sebaiknya digunakan.:
Jawab :
6 x 4 = 24 m2/25 m2
= 0.9 PK , maka digunakan kapasitas AC : 1 PK (dibulatkan)
2. Sebuah warnet akan menggunakan AC Sanken, ukuran ruangannya 4x6 m, jumlah komputer
5 bh.. Berapa Pk AC yg dibutuhkan.
Jawab: Ruangan berkondisi cukup panas dengan banyaknya peralatan elektronik
6 x 4 = 24 m2/20 m2
= 1,2 PK maka digunakan kapasitas AC : 1.5 Pk ( dibulatkan)
Cara II :
A. Luas ruangan tiap 1 m2 = 350 BTU/hr
Digunakan untuk beban atau sumber panas sedikit seperti: Rumah biasa, kamar tidur, ruang
tamu,dll.
Contoh :
1. Sebuah rumah tinggal akan menggunakan AC Sanken di kamar tidur utama. Ukurannya
4x5 m2. Berapa PK sebaiknya AC yang digunakan ?
Jawab :
1 m2 = 350 Btu/hr Luas kamar tidur utama : 20 m2, maka :
= 20 m2 x 350 Btu/hr = 7000 Btu/hr
Gunakan AC Sanken ¾ PK = 7000 Btu/hr
B. Luas ruangan tiap 1 m2 = 450 BTU/hr
Digunakan pada ruangan yg banyak orang dan sumber panas seperti: Rumah banyak kaca,
Warnet, Wartel, Swalayan,dll.
Contoh :
1. Sebuah rumah tinggal akan menggunakan AC Sanken di ruang tamu utama, jendelanya
semua dari kaca, ada 2 unit TV,dan Lampu pijar Ukurannya 6x5 m. Berapa PK sebaiknya AC
yang digunakan ?
Jawab :
1 m2 = 450 Btu/hr, Luas ruang tamu utama : 30 m2, maka :
= 30 m2 x 450 Btu/hr
= 13500 Btu/hr
Gunakan AC Sanken 1.5 PK = 12000 Btu/hr

Published by Tim 5


Senin, April 21, 2008

Mengapa Stainless Steel Sehat dan Tidak Berkarat ?


Stainless Steel sehat karena :


  1. Tidak mudah terkelupas dan tidak tercampur dengan makanan

  2. Anti karat

  3. Penghantar panas yang baik

Selain sehat stainless steel juga tahan panas dan sering kita jumpai pada panci-panci yang berkualitas baik.

Stainless steel dapat bertahan dari serangan karat berkat interaksi bahan-bahan campurannya dengan alam. Stainless steel terdiri dari besi, krom, mangan, silikon, karbon dan seringkali nikel and molibdenum dalam jumlah yang cukup banyak.
Elemen-elemen ini bereaksi dengan oksigen yang ada di air dan udara membentuk sebuah lapisan yang sangat tipis dan stabil yang mengandung produk dari proses karat/korosi yaitu metal oksida dan hidroksida. Krom, bereaksi dengan oksigen, memegang peranan penting dalam pembentukan lapisan korosi ini. Pada kenyataannya, semua stainless steel mengandung paling sedikit 10% krom.
Keberadaan lapisan korosi yang tipis ini mencegah proses korosi berikutnya dengan berlaku sebagai tembok yang menghalangi oksigen dan air bersentuhan dengan permukaan logam. Hanya beberapa lapisan atom saja cukup untuk mengurangi kecepatan proses karat selambat mungkin karena lapisan korosi tersebut terbentuk dengan sangat rapat. Lapisan korosi ini lebih tipis dari panjang gelombang cahaya sehingga tidak mungkin untuk melihatnya tanpa bantuan instrumen moderen.
Besi biasa, berbeda dengan stainless steel, permukaannya tidak dilindungi apapun sehingga mudah bereaksi dengan oksigen dan membentuk lapisan Fe2O3 atau hidroksida yang terus menerus bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Lapisan korosi ini makin lama makin menebal dan kita kenal sebagai ‘karat’.
Stainless steel, dapat bertahan ‘stainless’ atau ‘tidak bernoda’ justru karena dilindungi oleh lapisan karat dalam skala atomik.